Senin, 04 November 2013

Webber: Start Bagus Bukan Penentu Kemenangan

ABU DHABI – Lagi-lagi, nama yang sama tercetak di podium utama pacuan jet darat selama tujuh seri berturut-turut. Terakhir GP Abu Dhabi kembali dikuasai Sebastian Vettel. Padahal rekan setimnya, Mark Webber-lah yang start paling depan.
 
Driver Red Bull itu mengakui bahwa dirinya melakukan start yang buruk di awal lomba, Minggu (3/11/2013) Malam kemarin. Webber sudah disalip Vettel dan pilot Mercedes, Nico Rosberg di lap pembuka.
 
Tapi buat Webber, race di Yas Marina lalu dianggapnya tetap akan jadi milik Vettel seandainya Webber melakoni start sebagus apapun. Pembalap yang dipastikan hengkang musim depan itu mengakui kecepatan Vettel, hampir mustahil bisa disusul kembali. Jadi, segalanya bukan soal melakukan start bagus atau start yang buruk, toh Vettel tetap akan menang.
 
"Saya rasa start (bagus) bukan penentu. Sebastian berada di level lain. Jadi mungkin hasil (runner-up) ini sudah maksimal, bahkan jika saya bisa melakukan start yang sempurna. Dia sangat cepat dan sulit disalip," tutur Webber, seperti dilansir Speed, Senin (4/11/2013).
 
"Tapi saya sanggup bangkit melewati Nico, yang melakukan start paling bagus di antara kami berdua. Malah mungkin, dia bisa melewati saya dan Sebastian di belokan pertama jika belokan itu lebih panjang. Start memang bukan keunggulan saya, terutama dengan ban Pirelli yang lemah ini," lanjutnya.
 
Ya, ban kembali jadi sasaran empuk kambing hitam Webber berikutnya. Pembalap asal Australia itu mengeluhkan terlalu cepatnya ban soft Pirelli tergerus aspal dan membuatnya gagal tampil maksimal hingga akhir lomba.
 
"Ban soft ini rasanya sangat baik ketika baru mulai balapan. Tapi saya benar-benar tak merasakan grip-nya ketika sudah tergerus. Terutama untuk ban belakang yang membuat akselerasi Anda lebih buruk. Anda akan sering selip dan harus bergelut dengan masalah temperaturnya," imbuh Webber.
 
Kans Webber untuk merebut gelar, sudah sejak awal musim sirna. Titel musim ini pun sudah disabet Vettel untuk kali keempat di GP India lalu. Tapi Webber belum kehilangan spirit untuk tetap menatap hasil maksimal lainnya di dua seri sisa, GP Amerika Serikat (17 November) dan Brasil (24 November).
 
"Pasti akan menyenangkan mengakhiri musim ini dengan kemenangan. Musim ini saya terbilang sering bertarung untuk kemenangan walau tahun ini mobil saya tak terlalu mengesankan. Apalagi Seb terlalu cepat untuk dikalahkan. Tapi saya masih punya dua seri tersisa," sambung pembalap yang akan pindah ke ajang World Endurace Championship di belakang dashboard mobil Porsche.
 
"Yang bisa saya lakukan hanya mengusahakan yang terbaik. Memang musim ini tak begitu berbeda, tapi memenangkan Grand Prix selalu spesial rasanya. Saya akan mengupayakan yang terbaik dan kita lihat saja nanti di dua seri terakhir," tutup Webber.
(raw)
source : http://sport.okezone.com/read/2013/11/04/37/891800/webber-start-bagus-bukan-penentu-kemenangan