Senin, 28 Oktober 2013

Walau Antiklimaks, Indonesia Sudah Maksimal

BANGKOK - Tim junior Indonesia harus gagal membawa Piala Suhandinata usai kalah di babak final beregu BWF World Junior Championships 2013 di Bangkok, Thailand, Minggu (27/10/2013). Indonesia ditaklukkan Korea dengan skor 3-2.

Indonesia membuka pertandingan dengan meraih poin pertama dari pasangan ganda campuran Kevin Sanjaya Sukamuljo/Masita Mahmudin yang mengalahkan Juara Asia Junior 2012, Choi Sol Kyu/Chae Yoo Jung, 21-19, 21-16.

Di partai kedua, Jonatan Christie harus mengakui keunggulan lawan, Jeon Hyuk Jin, 16-21, 19-21. Korea pun menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Indonesia kembali unggul 2-1 setelah pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Arya Maulana Aldiartama menundukkan Choi Sol Kyu/Heo Kwang Hee, 21-16, 22-20.

Suasana makin menegangkan saat Korea kembali mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dengan kemenangan Kim Hyo Min atas Hanna Ramadini, 15-21, 18-21. Partai ganda putri yang merupakan partai penentuan berhasil direbut tim Korea. Pasangan Chae Yoo Jung/Kim Ji Won memetik kemenangan dua game langsung atas Rosyita Eka Putri Sari/Setyana Mapasa, 21-18, 21-11.

Chef de Mission Tim Indonesia, Nurson Wahid, menilai bahwa timnya memang sedikit mengalami penurunan pada babak final ini. Akan tetapi, dirinya tetap puas akan kinerja para pemain Junior yang dinilainya sudah maksimal.

"Tim junior tampil antiklimaks. Kalau dilihat, peak-nya agak turun dibanding dengan kemarin melawan China. Tetapi ini hal yang biasa, mereka bukan mesin. Sebetulnya kuncinya di tunggal putra, kalau tadi Jonatan menang, pasti peluang kami lebih besar," kata Nusron Wahid di situs PBSI.

"Namun hasil ini sudah lebih baik dari tahun lalu. Kami sudah berusaha maksimal, tidak usah menyesali hasil ini, masih ada kesempatan di nomor perseorangan," sambungnya di Stadion Huamark. (min)


source : http://sport.okezone.com/read/2013/10/28/40/887768/walau-antiklimaks-indonesia-sudah-maksimal