Minggu, 06 Oktober 2013

Wahyu/Ade Mutlak Kalah Kelas

LONDON – Pasangan ganda campuran muda Indonesia, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf, gagal menyusul seniornya, Berry Angriawan/Ricky Karanda untuk menggelar All-Indonesian Final di London GP Gold tahun ini. Wahyu/Ade menyerah dari duet Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen.
 
Wahyu/Ade yang sempat juara di Iran Fajr International Challenge beberapa waktu lalu itu harus mengakui keunggulan Boe/Mogensen dengan dua set langsung, 14-21 dan 13-21. Dari angka itu saja sudah sedikitnya terbaca bahwa Wahyu/Ade masih (mutlak) kalah kelas.
 
Hal itu pun diungkapkan asisten pelatih ganda putra, Aryono Miranat, setelah mengevaluasi sejumlah kekurangan anak-anak asuhnya itu, mulai dari segi teknik sampai kematangan bermain saat tertekan.
 
"Wahyu/Ade belum bisa mengimbangi permainan Boe/Mogensen. Mereka kalah matang. Boe/Mogensen bermain tenang, sementara Wahyu/Ade sering terburu-buru, jadi pengembalian bola-bolanya selalu mengenakkan untuk lawan," ungkap Aryono, seperti disitat situs resmi PBSI, Minggu (6/10/2013).
 
Setidaknya, Wahyu/Ade bisa dibilang mengalami peningkatan berkala setelah sebelumnya di India Open GP Gold tahun lalu dan Indonesia Open GP Gold sebelumnya, Wahyu/Ade terhenti di perempatfinal. Kendati begitu, jelas keduanya masih banyak pekerjaan rumah untuk memperbaiki segala kekurangan teknik.
 
"Dari sisi teknik, Wahyu/Ade harus memperbaiki bola-bola depan dan drive mereka. Tadi banyak sekali pengembalian bola yang tidak sempurna. Pertahanan juga kurang rapat, tetapi serangan sudah cukup bagus, mereka sering meraih poin dari serangan yang dilancarkan," imbuh sang asisten pelatih.
 
"Dari segi mental, saya melihat Wahyu/Ade sudah memiliki rasa percaya diri yang cukup bagus, walaupun masih ada rasa kagok sedikit," tutup Aryono.
(raw)
source : http://sport.okezone.com/read/2013/10/06/40/877301/wahyu-ade-mutlak-kalah-kelas