Jumat, 18 Oktober 2013

Pasangan Emas Olimpiade Berikan Coaching Clinic

MAKASSAR – Pasangan peraih medali emas Olimpiade, Susi Susanti dan Alan Budikusuma, memberi coaching clinic kepada ratusan pelajar Sulawesi Selatan di Gelanggang Olahraga Sudiang, Makassar.
 
Kursus kilat ini merupakan rangkaian kegiatan Sidu Cup Series 2013. Setelah pelatihan singkat ini, sebanyak 730 peserta mulai berkompetisi hingga 22 Oktober nanti. Mereka memperebutkan delapan tiket menuju babak final di Jakarta. "Saya senang dengan animo dan antusiame pelajar. Semoga jadi awal kebangkitan bulutangkis daerah ini," kata Susi.
 
Susi menyebut bulutangkis Sulsel punya potensi berprestasi lantaran dulunya memang gudang atlet nasional, seperti Rosiana Tandean, Khaeriah Rosmini dan Aras Razak. Sementara itu, Alan menyebutkan bila ingin menjadi atlet hebat, kuncinya yakni kegigihan.
 
Dia meminta para peserta giat berlatih guna meraih prestasi. Selain itu, peran orangtua pun sangat vital dalam menunjang pengembangan kemampuan anak. Di luar itu, faktor lain yakni ketersediaan sarana dan prasarana. "Jika itu terpenuhi plus adanya pembinaan berjenjang dan berkelanjutan, ia optimistis bakal lahir atlet hebat," ungkap Alan.
 
Peserta yang berstatus pelajar SD dan SMP begitu antusias menerima pelatihan dari pasangan legenda bulutangkis. Para pelajar terus berkumpul mengelilingi Susi dan Alan. Mereka diajari tips dan trik bermain olahraga tepok bulu. Diantaranya, teknik memegang raket sampai teknik pukulan, baik itu servis maupun smash.
 
Pelaksanaan Sidu Cup Series di Kota Makassar merupakan kali pertama sejak turnamen ini bergulir pada 2010. Alan maupun Susi mengakui peta kekuatan bulutangkis nasional belum merata. Sejauh ini, pengembangan atlet lebih pesat di Pulau Jawa. Kendati begitu, kepemimpinan Gita Wirjawan selaku Ketua Umum Pengurus Besar PBSI membawa harapan baru. Di level lokal, kepemimpinan Ketua Umum PBSI Sulsel, Devo Khadaffi pun dipujinya.
 
Ketua Panitia Pusat Sidu Cup Series, Rizki M Teguh mengatakan coaching clinic legenda bulutangkis memang menjadi agenda kegiatan pada sembilan seri lain turnamen bulutangkis tingkat pelajar ini. Di Makassar, sebenarnya bukan hanya Susi dan Alan yang dijadwalkan memberi pelatihan. "Awalnya, juga ada Ricky (Subagja), tapi yang bersangkutan berhalangan," ucapnya.
 
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, yang membuka turnamen Sidu Cup Series Makassar pun menyampaikan harapan serupa. Ia sangat mendambakan kembalinya kejayaan bulutangkis Sulsel di kancah nasional.
 
Agus meminta pengurus bulutangkis daerah memprioritaskan pembinaan atlet sejak dini. Dengan begitu, pada masa mendatang, lahir atlet lokal yang mampu mengukir prestasi di kancah nasional maupun internasional.
 
Sementara itu Ketua Umum PBSI Sulsel, Devo Khadaffi, berjanji bakal berupaya maksimal agar atlet daerah mampu berprestasi paling tidak di kancah nasional. Tapi, memang butuh waktu.
 
Menurut dia, prestasi tak bisa diperoleh dengan cara instan. Harus melalui pembinaan. Pihaknya berkomitmen menjadikan Sidu Cup ini menjadi pembinaan titik nol. "Kami bakal mendata atlet potensial untuk selanjutnya dibina," ungkapnya.
(Rahmi Djafar/Koran SI/hmr)
source : http://sport.okezone.com/read/2013/10/18/40/883414/pasangan-emas-olimpiade-berikan-coaching-clinic