Senin, 14 Oktober 2013

Mesinnya Ringsek, Hayden Gigit Jari

SEPANG – Andai mesinnya tak ringsek dan berasap hingga membuatnya harus menepi, Nicky Hayden bisa jadi finis di tempat ketujuh, tepat di belakang Cal Crutchlow. Namun joki Ducati itu mesti gigit jari ketika usahanya mengejar Bradley Smith hampir berhasil.
 
Hayden sedianya sudah sedikit kesal sejak sesi kualifikasi yang hanya mengantarkannya ke grid ke-11. Pembalap yang sudah dipastikan angkat kaki dari Ducati mulai musim depan itu menyadari bahwasannya hasil itu tak lepas dari aksinya yang terlalu "bermain aman". Pasalnya kala kualifikasi, kondisi trek masih basah dan Hayden enggan ambil risiko besar.
 
"Balapan yang kurang memuaskan buat kami dan disayangkan, karena akhir pekan di Sepang harusnya bisa lebih baik. Saya mengacau saat kualifikasi dengan membalap dengan gaya konservatif di trek basah," tutur Hayden, seperti dikutip Crash, Senin (14/10/2013).
 
"Jalannya balapan juga tak spektakuler buat saya meski sedianya sedikit lebih baik dari (GP Aragon) yang lalu. Saya bisa menjauhkan diri dari Dovi (sapaan Andrea Dovizioso) dan menguntit Smith, tapi kemudian saya mengalami kerusakan mesin," lanjutnya.
 
Ya, tepatnya di lap kedelapan saat Hayden ingin mengejar Smith, tiba-tiba Hayden mendengar suara tak mengenakkan dari mesin. Awalnya, Hayden mengira yang rusak itu mesinnya Smith, tapi ternyata mesinnya sendiri.
 
"Saya mendengar ada suara berisik dan saya baru saja ingin menyalip Smith di tikungan terakhir. Posisi saya sudah cukup dekat dan saya sempat berharap suara berisik itu berasal dari motornya," imbuh Hayden lagi.
 
"Tapi ketika saya membuka body motor, jelas terlihat bahwa motor saya yang berasap dan mesinnya sudah rusak. Kami pun memeriksa mesin lebih detail tapi tak punya alat yang memadai untuk membetulkannya. Jadi kami sudah kirimkan mesin rusak itu ke Bologna (markas Ducati) untuk melihat apa yang terjadi," tandas The Kentucky Kid.
(raw)
source : http://sport.okezone.com/read/2013/10/14/38/881437/mesinnya-ringsek-hayden-gigit-jari