Senin, 28 Oktober 2013

Mental Pemain Junior Harus Terus Diasah

BANGKOK – Kendati gagal memboyong Piala Suhandinata di ajang BWF World Junior Champiosnhips (WJC) 2013, anak-anak muda Indonesia sudah memberikan perjuangan yang maksimal. Indonesia harus menerima kekalahan di partai final beregu dari Korea dengan skor 3-2.
 
Melihat hasil itu, sebenarnya Indonesia sudah menghasilkan peningkatan. Jika merujuk pada hasil tahu lalu di Chiba, Jepang, tim junior Indonesia harus kandas di semifinal dan hanya berada di peringkat keempat.
 
Tampilnya tim Merah Putih di final WJC merupakan sejarah baru di dunia bulutangkis Indonesia. Pasalnya, sejak pertama kali digelar pada tahun 2000, Indonesia belum pernah menembus babak final.
 
Melihat hal itu, Chef de Mission Indonesia, Nurson Wahid mengatakan sebenarnya para pemain Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pebulutangkis hebat dunia. Nurson juga mengharapkan bahwa anak-anak muda tersebut harus memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan dan memperbanyak jam terbang.
 
"Pemain-pemain junior harus mendapatkan kesempatan lebih banyak lagi untuk mengembangkan kemampuan mereka. Hasil ini membuktikan bahwa mereka punya potensi dan tidak kalah dengan negara-negara bulutangkis seperti China, Jepang, Korea, Thailand, dan Malaysia," kata Nusron seperti disitat situs resmi PBSI, Senin (28/10/2013).
 
"Satu hal lagi yang harus dievaluasi. Mental pemain mesti diasah lagi. Kalau sedang tertinggal, harus punya keinginan besar untuk mengejar ketertinggalan," tambahnya.
Dengan berakhirnya pertandingan beregu BWF World Junior Championships 2013, maka tim Indonesia akan segera bersiap untuk menghadapi pertandingan nomor perseorangan yang akan dimulai pada Selasa (29/10/2013).
 
 
(acf)
source : http://sport.okezone.com/read/2013/10/28/40/888059/mental-pemain-junior-harus-terus-diasah