Senin, 07 Oktober 2013

Gagal di Final, Ricky/Berry Dianggap Memuaskan

LONDON – Gagal juara lantaran tumbang di final bagi kebanyakan olahrawan, jelas bukan momen terindah nan memuaskan. Tapi saat Ricky Karanda Suwardi/Berry Angriawan nirgelar dari London GP Gold, hasil runner-up sudah dianggap memuaskan buat sang pelatih.
 
Ricky/Berry yang sedianya jadi satu-satunya asa Indonesia untuk pulang membawa gelar dari negeri Ratu Elizabeth II itu, malah harus kandas dan menyerah dua set langsung, 13-21 dan 16-21 dari pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen.
 
Sang pelatih, Aryono Miranat beralasan, Ricky/Berry masih minim pengalaman dan kalah di berbagai segi,: "Ricky/Berry masih kalah pengalaman. Pemain Denmark itu pintar cari poin di depan net. Ricky/Berry mainnya juga enggak bisa tenang. Pertahanan Ricky juga kurang rapat dibandingkan lawan.," ujar Aryono beralasan.
 
Hal senada dilayangkan Ricky yang memang mengakui, mereka kalah pintar dari unggulan kedua itu,: "Kami kurang pengalaman dari Boe/Mogensen. Bisa dibilang, kami juga kalah pintar. Kami sulit cari angka dan kalau sudah terjadi reli, pasti atmosfer dan tekanannya jadi ramai," timpal Ricky, seperti dilansir situs resmi PBSI, Senin (7/10/2013).
 
Ricky dan Berry memang terbilang pasangan anyar, baru disatukan Agustus lalu saat terjadi sejumlah program "bongkar-pasang" di sektor ganda. Aryono pun sebagai pengasuhnya sudah mengaku cukup puas – kendati gagal bawa pulang gelar.
 
"Ricky/Berry kalah bukan dari sembarang pemain, pasangan Denmark itu sudah senior dan banyak pengalaman. Berry dan Ricky saya kira juga sudah beri perlawanan. Untuk hitungan pasangan baru, kami cukup puas dengan hasil ini (runner-up)," tutup Aryono.
(raw)
source : http://sport.okezone.com/read/2013/10/07/40/877617/gagal-di-final-ricky-berry-dianggap-memuaskan