Jumat, 20 September 2013

Battle of Sexes, Pembuktian Kaum Hawa

NEW YORK – Sampai tahun 1973 silam, kaum wanita tak pernah mendapat apresiasi yang setara di lapangan tenis ketimbang kaum adam. Tapi 40 tahun lalu dari sebuah duel yang memorable, pengakuan itu akhirnya didapat para hawa dari khalayak publik.
 
Tepat hari ini, 20 September empat dekade silam, terjadi peristiwa yang menjadi titik balik emansipasi dan pembuktian para wanita di dunia tenis. Momen itu tersohor dengan sebutan "Battle of Sexes" atau pertarungan antar gender antara Bobby Riggs vs Billie Jean King.
 
Pertarungan di atas lapangan ini sedianya terjadi lantaran Riggs kerap bersikap sinis jika sudah melihat tenis wanita. Riggs yang kala itu sudah berusia 55 tahun sedianya sudah sempat mengecewakan petenis wanita lainnya, Margaret Court.
 
Bisa dibilang, inilah clash pertama antara petenis pria dan wanita sepanjang sejarah. Terjadi di Ramona, California 13 Mei 1973, Riggs tertawa puas ketika mampu memecundangi Court dengan dua set langsung, 6-2 dan 6-1.
 
Billie yang jauh lebih muda (29 tahun) pun datang menantang Riggs untuk kembali keluar dari masa pensiunnya. Tentu sebagai pejantan yang sebelumnya sudah mengandaskan Court, Riggs tak segan menerima tantangan Bille. Duel kedua inilah yang paling banyak diingat sebagai Battle of Sexes.
 
Digelar di Houston, Texas pada hari ini 40 tahun silam, Billie secara mengejutkan mampu mengalahkan Riggs dengan tiga set langsung, 6-4 6-3 dan 6-3. Jelas ini menjadi aib buat Riggs sekaligus membuka mata publik.
 
Billie yang kini masih hidup, mengenang momen itu dengan emosional, di mana setelah kemenangannya, sejumlah orang berpesta di mana tak ada lagi perbedaan antar jenis kelamin,: "Semua orang berpesta," kenang Billie singkat.
 
"Anda melihat persaudaraan pemuda dan perkumpulan putri berpesta bersama. Anda melihat pesta di pinggir kota di mana pria dan wanita bercampur aduk. Semua orang berbaur, meski mereka suka satu sama lain atau tidak," imbuhnya, seperti dinukil Star-Telegram, Jumat (20/9/2013).
 
Pertemuan petenis single wanita dan pria sempat kembali terjadi di bulan yang sama 1992 lalu. Duel ini masih sarat emosi antara Martina Navratilova kontra Jimmy Connors, yang kemudian dimenangkan Connors, 7-5 dan 6-2. Pertemuan keduanya ini banyak dikenal publik dengan momen Battle of Champions.
 
Setelah itu memang sempat terjadi lagi pertandingan antar gender, tapi hanya sebatas hiburan belaka, tak lagi berhias aroma ego dan emosi seperti di tiga laga sebelumnya antara Court vs Riggs, Billie vs Riggs serta Navratilova vs Connors.
 
Tapi percaya atau tidak, kaum adam yang teguh dengan sikap chauvinis-nya masih banyak "bebas" berpendapat, seperti seorang komentator, Jack Kramer yang menganggap andai Riggs 10 atau 20 tahun lebih muda, Billie takkan bisa membuat Riggs berkeringat.
 
"Saya pikir, Billie Jean tak bermain baik sepanjang pertandingan. Dia hanya memukul bola panjang di mana Bobby sebenarnya bisa saja memberi perlawanan balik jika dia masih bugar (muda)," ujar Kramer beberapa tahun silam.
 
"Saya takkan memuji Billie Jean yang saya akui cukup pintar untuk mempersiapkan dirinya dengan baik. Tapi mungkin hasilnya akan berbeda jika Riggs tak dibuat berlarian terus-menerus. Butuh lebih dari dua wanita untuk mengatasi Bobby Riggs," lanjutnya.
 
Tapi apapun pandangan orang, dunia tenis mulai "melek". Sepekan sebelum digelar Wimbledon 1973 silam, asosiasi tenis wanita (WTA) didirikan dan hadiah uang di berbagai turnamen perlahan mulai disetarakan – pengecualian tetap Wimbledon di mana baru tahun 2007 menyamakan hadiah uang di sektor pria dan wanita.
 
"Sungguh luar biasa. Penyetaraan itu sungguh berarti karena orang-orang seperti Billie Jean King dan Venus Williams yang menyerukan di Wimbledon – 'kami ingin hadiah uang yang sama'. Yang paling bagusnya lagi dalam 10 tahun terakhir, wanita meraih lebih banyak uang. Akan ada banyak kesempatan untuk wanita dan takkan berhenti di sini," timpal Serena Williams.
(raw)
source : http://sport.okezone.com/read/2013/09/20/433/869247/battle-of-sexes-pembuktian-kaum-hawa